-->

Iklan

Menteri Tenaga Kerja, Dirjen KPAII Kementerian Industri, dan Kepala BPS RI Perkuat Komitmen Sukseskan SE2026

bekasikarya
21/07/2026, Juli 21, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T13:15:56Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Bekasikarya || KABUPATEN BEKASI - Kolaborasi lintas kementerian untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) terus diperkuat. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, serta Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menghadiri kegiatan "Penandatanganan Komitmen Bersama" bertajuk "Kolaborasi Strategis Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Daya Saing Industri Masa Depan" di Hotel Nuanza, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (21/7).


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati beserta jajaran, Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, para pimpinan asosiasi, pimpinan perusahaan di kawasan industri, Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, serta media massa.


Dalam paparannya yang berjudul "Rekam Medis Ekonomi Nasional melalui SE2026", Kepala BPS RI menegaskan bahwa SE2026 merupakan agenda bersama seluruh bangsa sehingga memerlukan dukungan aktif dari para pelaku usaha, khususnya sektor industri.


"Sensus Ekonomi ini bukan sensus perpajakan, tapi khusus untuk kepentingan statistik. Untuk itu, Bapak Ibu tidak perlu khawatir karena dalam Sensus Ekonomi ini kami akan menjaga kerahasiaan data individu perusahaan Bapak Ibu semua," tegas beliau.


Selanjutnya, Dirjen KPAII Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menyampaikan materi "Sensus Ekonomi 2026: Penguatan Hulu Industri". Beliau menekankan bahwa keberhasilan industrialisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya alam maupun investasi, tetapi juga oleh kualitas data yang menjadi landasan penyusunan kebijakan.


"Saat ini data industri masih tersebar di berbagai sumber. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan ekosistem data industri yang terintegrasi, mutakhir, dan saling melengkapi agar setiap kebijakan industrialisasi dapat disusun secara lebih presisi," jelas beliau.


Materi pamungkas disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, melalui paparan bertajuk "Pemetaan Pekerjaan Baru dan Penyiapan SDM Masa Depan". Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026 serta mengajak dunia usaha untuk berpartisipasi aktif.


"Saya berharap juga teman-teman di dunia usaha jangan berpikir (Sensus Ekonomi) ini buat apa, tapi ini adalah untuk kita semua, untuk Indonesia," ujar beliau yang disambut tepuk tangan peserta.



Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu langsung oleh Kepala BPS RI. Berbagai masukan dan pandangan dari peserta menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menuju pelaksanaan SE2026 yang berkualitas.


Puncak kegiatan ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama oleh Menteri Ketenagakerjaan, Kepala BPS RI, dan Dirjen KPAII Kementerian Perindustrian. Penandatanganan tersebut menjadi simbol penguatan komitmen dan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan SE2026.


Rangkaian kegiatan Kepala BPS RI dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Mane Indonesia, salah satu perusahaan di kawasan industri Kabupaten Bekasi. Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPS RI meninjau aktivitas perusahaan sekaligus berdiskusi dengan jajaran pimpinan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BPS memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha agar pelaksanaan SE2026 semakin relevan, partisipatif, dan mampu menghasilkan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan ekonomi Indonesia. 


-Omah


Komentar

Tampilkan

Terkini