Bekasikarya || Bekasi — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bhayangkara Jakarta Raya sukses menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada tanggal 27–28 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi gerbang awal kaderisasi bagi mahasiswa untuk berproses dalam ruang gerakan intelektual yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).
Mengangkat tema “Ruang Diskursus Ekspansi Intelektual dan Revitalisasi Kesadaran Sosial,” MAPABA tahun ini dirancang sebagai wadah pembentukan kader yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga peka terhadap realitas sosial di tengah Masyarakat. Peserta dari berbagai fakultas mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta menerima berbagai materi fundamental, di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), ke-PMII-an, serta Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan tadarus Al-Qur’an, sholat berjamaah, dan pembacaan Aqidatul Awam sebagai upaya penguatan dimensi spiritual dan akidah kader. Diskusi interaktif dan refleksi sosial menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kritis serta tanggung jawab moral sebagai mahasiswa dan kader pergerakan.
Ketua Pelaksana MAPABA Haidar Parras menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ruang awal pembentukan kader yang siap berproses dan berkontribusi.
“MAPABA ini bukan hanya seremoni penerimaan anggota baru, tetapi ruang pembelajaran untuk memperluas cakrawala intelektual dan menumbuhkan kesadaran sosial. Seperti yang disampaikan Mahbub Djunaidi, ‘Tanamkan ke kepala anakmu bahwa hak asasi itu sama pentingnya dengan sepiring nasi.’ Jadi saya berharap peserta tidak berhenti pada kegiatan ini, melainkan terus berproses menjadi kader yang responsif terhadap persoalan umat dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Bagus Pribadi selaku Ketua Komisariat PMII Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan gerakan.
“Dari MAPABA inilah lahir kader PMII yang tidak hanya kuat dalam pemikiran, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang menjunjung nilai kemanusiaan dan keadilan,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan prosesi baiat kader sebagai simbol kesiapan peserta untuk berkhidmat di PMII serta berkontribusi dalam menjawab tantangan zaman. Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai penutupan acara, menandai lahirnya kader-kader baru yang diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Sebagai bentuk apresiasi, kami panitia menyampaikan ucapan terima kasih setingginya kepada seluruh senior, alumni, Pengurus Cabang PMII, serta komisariat lain yang telah memberikan dukungan baik secara batiniah maupun lahiriah. Dukungan tersebut menjadi energi kolektif yang memperkuat terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan penuh keberkahan di bulan puasa ini.
Dengan terlaksananya MAPABA 2026 ini, PMII Komisariat Universitas Bhayangkara Jakarta Raya meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader yang moderat, toleran, adil, dan seimbang, serta berperan aktif dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.


